Ketika semburat angin, menggelitik kalbuku
Cahaya seakan menuntun kakiku, kemana yang harus kutuju
seperti pasir yang dihembus angin
kapal tanpa nahkoda
lautan tanpa ikan
Gemerisik daun ikut menghantarkanku ke tujuan
Batang-betang bambu sebagai dorongan
Bumi ini bagai tak terasa lagi di kaki
Entah kedua tangan ingin menggapai bintang
Keinginan ku bagai mengharap temukan telaga di padang pasir
Bukan sekedar kata yang terucap dari mulut ini
melainkan keinginan hati terdalam
Kucoba tuk memohon
seperti pohon tak berdaun
Bukannya tak mau mengerti atau mencoba untuk mengerti
Namun kenyataan hati dan tubuh berbeda arti
Entah cinta atau rasa sesaat
Namun sudah kurasakan tegukan cinta di kekeringan ini
Jiwaraga pun berharap bahwa ini bukan cinta Sebatas Angin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar